Selasa, 24 Desember 2013

Toety Heraty


Toety Heraty
Noerhadi-Roosseno

Lahir :
Bandung Jawa Barat,
 27 November 1933

Pendidikan :
Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung (1955),
Sarjana Psikologi UniversitasIndonesia (1962),
Sarjana Filsafat dari Rijks Universiteit, Leiden, Belanda (1974),
Doktor Filsafat dari UniversitasIndonesia (1979),

Profesi :
Dosen Fakultas Sastra Universitas Indonesia,
Ketua Jurusan Filsafat di FSUI,
Ketua Program Studi Filsafat Universitas Indonesia,
Anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI),
Anggota Dewan Riset Nasional (DRN),
Dewan Penasehat Ikatan Cendekiawan Muslim (ICMI),
Dewan Penasehat Yayasan Suara Ibu Peduli,
Dewan Penasehat Koalisi Perempuan Indonesia,
Pimpinan Galeri Cemara 6,
Ketua Dewan Pembina Yayasan LBH Indonesia,
Anggota Akademi Jakarta

Karya Tulis :
Sajak-sajak 33 (1971),
Aku Dalam Budaya (1984),
Seserpih Pinang Sekapur Sirih (1979),
Mimpi dan Prestasi (1982),
Manifestasi Puisi
 Indonesia-Belanda (1986),
Woman in Asia: Beyond the Domestic Domain (1989),
Wanita Multidimensional (1990),
Nostalgi-Transedensi (1995),
Calon Arang-Kisah Perempuan Korban Patriarki (2000,
Hidup Matinya Sang Pengarang (2000),
A Time A Season (2003)

Penghargaan :
Guru Besar Luar Biasa dari Universitas Indonesia (1994)
Anak pertama dari Prof. DR. Ir. R. Roosseno ini lahir di Bandung, menikah dengan Prof. Dr. Eddy Noerhadi (alm) dan dianugerahi 4 orang anak. Toety Heraty mengawali karir sebagai tenaga pengajar di Fakultas Sastra Universitas Indonesia, menjabat sebagai Ketua Jurusan Filsafat di FSUI dan Ketua Program Studi Filsafat di Universitas Indonesia, Institut Kesenian Jakarta, Institut Pertanian Bogor, dan Institut Agama Islam Nusantara.

Aktif memberi bimbingan akademis di bidang filsafat, salah satunya bertindak sebagai promotor Dr. Kalina Leksono Supeli. Kini beliau menjadi anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) untuk bidang budaya. Anggota Dewan Riset Nasional (DRN), pernah menjadi Dewan Penasehat Ikatan Cendekiawan Muslim (ICMI) dan Center for Information and Development Studies (CIDES), tapi hanya sebentar karena merasa tidak sehaluan. Disamping kegiatan akademis di perguruan tinggi, beliau aktif pula dalam kegiatan feminis sebagai Dewan Penasehat di Yayasan Suara Ibu Peduli, dan Koalisi Perempuan Indonesia dan Solidaritas Perempuan.

Sebagai Budayawan, beliau telah menerbitkan sajak-sajak dan puisinya dalam bentuk buku, dan selama 30 tahun aktif di kegiatan Taman Ismail Marzuki sebagai Ketua Dewan Kesenian Jakarta dan anggota Yayasan Kesenian Jakarta. Toety Heraty juga tercatat sebagai rektor Institut Kesenian Jakarta pada tahun 1990-1996.

Ia juga aktif diundang untuk berbagai kegiatan di manca negara seperti Poetry International di Rotterdam ditahun 1981, memberikan ceramah sastra di PEN Club International Tokyo tahun 1984, International Writers Program di Lowa State University pada tahun 1985, pembacaan sajak di School Oriental and African Studies, serta tampil pada sejumlah seminar international untuk bidang sastra dan filsafat di Den Haag, Toronto, Kuala Lumpur, dan Berlin.

Kegiatan seni budaya untuk masyarakat luas dilaksanakan di Galeri Cemara 6, yang disamping menjadi galeri feminis juga tempat MARA dan PAN didirikan. Sejak 4 Maret 1999 menjadi Ketua Yayasan MITRA BUDAYA menggantikan ibu Herawati Diah, dan Wisma Mitra Budaya menjadi kantor majalah Mitra Jurnal Budaya dan Filsafat. Untuk kegiatan bisnis, sejak tahun 1966 hingga kini beliau menjabat sebagai pimpinan Biro Oktroi Roosseno. Perusahaan yang bergerak di bidang Patent, Trademark dan Copyright, sehingga sempat menjadi Ketua Asian Patent Attorney Association untuk Grup Indonesia, dan saat ini masih menjabat sebagai Ketua Association Internationalle Pour La Protection De La Propertie Industrielle (AIPPI), anggota Asean Intellectual Property Association (AIPA) dan anggota Indonesia Intelectual Property Society (IIPS). Untuk pengabdiannya terhadap masyarakat beliau sering menjadi pembicara dalam seminar-seminar, baik di dalam maupun di luar negeri.

Sebagai bukti pengabdiannya, beliau banyak mendapat penghargaan dari dalam maupun luar negeri. Toety Heraty mendapat gelar Sarjana Muda Kedokteran dari universitas Padjadjaran, Bandung pada tahun 1955, dan selanjutnya pada tahun 1962 lulus sebagai Sarjana Psikologi dari Universitas Indonesia, Sarjana Filsafat dari Rijks Universiteit, Leiden (1974), meraih gelar Doktor Filsafat dari Universitas Indonesia (1979), dan Guru Besar Luar Biasa dari Universitas Indonesia (1994).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar